Foto Studio With My BF =)

thank you my boyfriend had come to Bandung for a day with me
gak nahan ya gaya nya? o(ˆ▽ˆ)-c<°︿°)p



Don't leave me alone bunny (┌_┐)



dok, ini teddy aku :( masa mau rebutan teddy mulu kwkkw




akurrrrrrr =p aku angly bild km teddy deh ;)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

RESENSI BUKU METPEN


Nama              :   Khoirini Robiatul Adzawiyah
NIM                :   1211600060
Kelas               :   II/B Psikologi
Mata Kuliah :   Metodologi Penelitian

RESENSI BUKU

Judul Buku                : Metodologi Penelitian Bisnis
Penulis                        : Dra. Murti Sumarni, MM dan Dra. Salamah Wahyuni, SU
Penerbit                      : ANDI Yogyakarta
Tahun Terbit             : 2006
Jumlah Halaman       : 175 hlm

Isi Buku:
Perkembangan lingkungan bisnis dengan perubahan teknologi yang semakin inovatif ke arah komunikasi global menuntut pengambilan keputusan bisnis yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu dukungan informasi akurat untuk mengambil keputusan adalah hasil penelitian atau riset ilmiah. Hasil penelitian yang diperlukan untuk mengambil keputusan bisnis berasal dari penelitian terapan dan penelitian murni atau dasar.
Penelitian bisnis (business research) merupakan penyelidikan sistematis yang memberikan informasi untuk membantu mengambil keputusan di bidang bisnis (Cooper dan Pamela, 2001).
Syarat-syarat penelitian bisnis yaitu : 1) Bersifat objektif dan faktual berdasarkan data empiris, 2) mendalam, 3) berdasarkan asumsi yang relatif dan dapat berubah, 4) merupakan suatu sistem yang terintegrasi dengan ilmu lainnya, 5) mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi.
Karakteristik penelitian bisnis sebagai berikut : 1) Masalah dan tujuan dirumuskan dengan jelas, spesifik, dan fokus pada problematika, 2) prosedur penelitian diuraikan secara rinci, 3) pengambilan data secara hati-hati dan teliti, 4) menggunakan metode analisis data yang tepat, 5) kesimpulan harus diperoleh melalui penelitian, 6) manyusun laporan penelitian yang lengkap, 7) penelitian dilakukan oleh peneliti yang berpengalaman dan punya reputasi.
Peneliti perlu mendapatkan persetujuan resmi dari responden mengenai rancangan penelitian, tujuan, dan alasan penelitian. Bagi peneliti bidang bisnis persetujuan dapat dilakukan secara lisan.
Dasar-dasar penelitian ilmiah terdiri dari proses berpikir, sikap ilmiah, konsep dan konsepsi, variabel dan hubungan antar variabel penelitian, operasional dan kerangka berpikir, peranan teori dalam penelitian, perumusan masalah penelitian dan hipotesis.
Sifat penelitian ilmiah, yaitu memiliki sikap skeptis, analitis dan kritis. Syarat penelitian ilmiah dapat di tempuh dengan cara sistematis, berencana dan mengikuti konsep ilmiah.
Proposal penelitian merupakan suatu rencana kerja, prospektus, garis besar atau konsep kerja suatu penelitian. Struktur proses penelitian terdiri dari judul penelitian, dasar pemikiran dan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, kerangka pikir, hipotesis dan anggapan dasar, desain penelitian, analisis data, personel penelitian dan kualifikasinya, anggaran, jadwal dan bibliografi atau daftar pustaka.
Desain penelitian merupakan perencanaan, struktur, dan strategi penelitian dalam rangka menjawab pertanyaan dan mengendalikan penyimpangan yang mungkin terjadi.
Pengukuran merupakan pemberian tanda berupa angka atau simbol untuk suatu fenomena empirsis dengan satu atau beberapa kriteria tertentu. Yang diukur dapat berupa objek berupa benda atau yang konkret dan karakteristik berupa ciri-ciri objek baik fisik, sosial amupun psikologis. Ada empat skala pengukuran, yakni nominal, ordinal, interval, dan rasio. Teknik skala yang seringa digunakan, yaitu rating scale (skala penilaian) dan ranking scale (skala ranking). Ada tiga kiteria untuk mengevaluasi suatu alat ukur, yakni validitas, reliabilitas dan kepraktisan.
Populasi adalah keseluruhan objek. Sampel adalah bagian populasi untuk memperkirakan karakteristik populasi. kerangka sampel adalah daftar semua unsur yang ada dalam populasi. Sampel harus valid dan validitas sampel tergantung pada dua hal, yaitu akurasi dan ketelitian. Metode pengambilan sampel dikelompokan menjadi dua cara, yaitu probability sampling (random sampling) dan nonprobability sampling (sampling nonprobabilitas).
Pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer contohnya wawancara dan observasi, dan sumber sekunder misalkan melaui dokumen atau arsip contohnya kuesioner ( angket).
Sesudah data dikumpulkan, yang harus dilakukan yaitu, pemeriksaan data ( editing), pembuatan code (coding), penyusunan tabel (tabulasi). Analisis dibagi menjadi dua yaitu, analisis data deskriptif dan analisis kualitatif. Dalam statistik, hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol (Ho). Hipotesis nol (Ho) merupakan pernyataan tidak adanya perbedaan antara parameter dan statistik (sampel). Sebaliknya, di lain pihak ada hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan bahwa ada perbedaan antara parameter dan statistik (Emory, 1996).
Langkah umum dalam pengujian hipotesis yaitu, menentukan formulasi Ho dan Ha, menetukan alternatif pengujian: dua arah atau satu arah, menentukan level significance (α), menetukan kriteria pengujian: daerah penerimaan atau penolakan, penetuan nilai Z (sampel ≥ 30) atau t (sampel < 30) berdasarkan distribusi samplingnya, dan kesimpulan (keputusan pengujian).
Laporan penelitian merupakan laporan ilmiah, maka harus dibuat secara sistematis, logis dan konsisten antar bab atau bagian sehingga mudah dipahami pembaca langakah-langkah dalam proses penelitian yang telah dilaksanakan. Penulisan laporan diklasifikasikan dalam bentuk penelitain informal (short report) dan penelitian formal (long report).
Contoh format laporan penelitian terdiri dari: halaman judul, kata pengantar, daftar isi, tabel, gambar dan lampiran, sinopsis, pendahuluan, manfaat penelitian, batasan masalah, kerangka berpikir, hipotesis, metode penelitian, teknik analisis data, landasan teori, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran, daftar pustaka, contoh kaki dna kutipan, lampiran.

Kekurangan Buku:
  • Cover kurang menarik

Kelebihan Buku:
  • Penggunaan kata dan kalimat sangat tepat dan mudah dipahami
  • Menggunakan bahasa dan contoh sederhana yang mudah dipahami
  • Menyajikan secara lengkap dan sistematis langkah-langkah penelitian bisnis
  • Tiap bab di jelaskan secara rinci

Kritik: cover kurang menarik padahal dalam materi sangat bagus dan sangat mudah dipahami.
Saran: Dalam cover coba buat lebih menarik lagi agar pembaca pun lebih tertarik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Robiah Adawiyah


Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah tergolong wanita sufi yang terkenal dalam sejarah Islam. Dia dilahirkan sekitar awal kurun kedua Hijrah berhampiran kota Basrah di Iraq. Dia lahir dalam sebuah keluarga yang miskin dari segi kebendaan namun kaya dengan peribadatan kepada Allah. Ayahnya pula hanya bekerja mengangkut penumpang menyeberangi Sungai Dijlah dengan menggunakan sampan.
Pada akhir kurun pertama Hijrah, keadaan hidup masyarakat Islam dalam pemerintahan Bani Umaiyah yang sebelumnya terkenal dengan ketaqwaan telah mulai berubah. Pergaulan semakin bebas dan orang ramai berlumba-lumba mencari kekayaan. Justru itu kejahatan dan maksiat tersebar luas. Pekerjaan menyanyi, menari dan berhibur semakin diagung-agungkan. Maka ketajaman iman mulai tumpul dan zaman hidup wara’ serta zuhud hampir lenyap sama sekali.
Namun begitu, Allah telah memelihara sebilangan kaum Muslimin agar tidak terjerumus ke dalam fitnah tersebut. Pada masa itulah muncul satu gerakan baru yang dinamakan Tasawuf Islami yang dipimpin oleh Hasan al-Bashri. Pengikutnya terdiri daripada lelaki dan wanita. Mereka menghabiskan masa dan tenaga untuk mendidik jiwa dan rohani mengatasi segala tuntutan hawa nafu demi mendekatkan diri kepada Allah sebagai hamba yang benar-benar taat.
Bapa Rabi’ah merupakan hamba yang sangat bertaqwa, tersingkir daripada kemewahan dunia dan tidak pernah letih bersyukur kepada Allah. Dia mendidik anak perempuannya menjadi muslimah yang berjiwa bersih. Pendidikan yang diberikannya bersumberkan al-Quran semata-mata. Natijahnya Rabi’ah sendiri begitu gemar membaca dan menghayati isi al-Quran sehigga berjaya menghafal kandungan al-Quran. Sejak kecil lagi Rabi’ah sememangnya berjiwa halus, mempunyai keyakinan yang tinggi serta keimanan yang mendalam.
Menjelang kedewasaannya, kehidupannya menjadi serba sempit. Keadaan itu semakin buruk setelah beliau ditinggalkan ayah dan ibunya. Rabi’ah juga tidak terkecuali daripada ujian yang bertujuan membuktikan keteguhan iman. Ada riwayat yang mengatakan beliau telah terjebak dalam kancah maksiat. Namun dengan limpah hidayah Allah, dengan asas keimanan yang belum padam di hatinya, dia dipermudahkan oleh Allah untuk kembali bertaubat. Babak-babak taubat inilah yang mungkin dapat menyedar serta mendorong hati kita merasai cara yang sepatutnya seorang hamba brgantung harap kepada belas ihsan Tuhannya.
Marilah kita teliti ucapan Rabi’ah sewaktu kesunyian di ketenangan malam ketika bermunajat kepada Allah:
“Ya Allah, ya Tuhanku. Aku berlindung diri kepada Engkau daripada segala yang ada yang boleh memesongkan diri daripada-Mu, daripada segala pendinding yang boleh mendinding antara aku dengan Engkau!
“Tuhanku! bintang-bintang telah menjelma indah, mata telah tidur nyenyak, semua pemilik telah menutup pintunya dan inilah dudukku di hadapan-Mu.
“Tuhanku! Tiada kudengar suara binatang yang mengaum, tiada desiran pohon yang bergeser, tiada desiran air yang mengalir, tiada siulan burung yang menyanyi, tiada nikmatnya teduhan yang melindungi, tiada tiupan angin yang nyaman, tiada dentuman guruh yang menakutkan melainkan aku dapati semua itu menjadi bukti keEsaan-Mu dan menunjukkan tiada sesuatu yang menyamai-Mu.
“Sekelian manusia telah tidur dan semua orang telah lalai dengan asyik maksyuknya. Yang tinggal hanya Rabi’ah yang banyak kesalahan di hadapan-Mu. Maka moga-moga Engkau berikan suatu pandangan kepadanya yang akan menahannya daripada tidur supaya dia dapat berkhidmat kepada-Mu.”
Rabi’ah juga pernah meraung memohon belas ihsan Allah SWT:
“Tuhanku! Engkau akan mendekatkan orang yang dekat di dalam kesunyian kepada keagungan-Mu. Semua ikan di laut bertasbih di dalam lautan yang mendalam dan kerana kebesaran kesucian-Mu, ombak di laut bertepukan. Engkaulah Tuhan yang sujud kepada-Nya malam yang gelap, siang yang terang, falak yang bulat, bulan yang menerangi, bintang yang berkerdipan dan setiap sesuatu di sisi-Mu dengan takdir sebab Engkaulah Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa.”
Setiap malam begitulah keadaan Rabi’ah. Apabila fajar menyinsing, Rabi’ah terus juga bermunajat dengan ungkapan seperti:
“Wahai Tuhanku! Malam yang akan pergi dan siang pula akan mengganti. Wahai malangnya diri! Apakah Engkau akan menerima malamku ini supaya aku berasa bahagia ataupun Engkau akan menolaknya maka aku diberikan takziah? Demi kemuliaan-Mu, jadikanlah caraku ini kekal selama Engkau menghidupkan aku dan bantulah aku di atasnya. Demi kemuliaan-Mu, jika Engkau menghalauku daripada pintu-Mu itu, nescaya aku akan tetap tidak bergerak juga dari situ disebabkan hatiku sangat cinta kepada-Mu.”
Seperkara menarik tentang diri Rabi’ah ialah dia menolak lamaran untuk berkahwin dengan alasan:
“Perkahwinan itu memang perlu bagi sesiapa yang mempunyai pilihan. Adapun aku tiada mempunyai pilihan untuk diriku. Aku adalah milik Tuhanku dan di bawah perintah-Nya. Aku tidak mempunyai apa-apa pun.”
Rabi’ah seolah-olah tidak mengenali yang lain daripada Allah. Oleh itu dia terus-menerus mencintai Allah semata-mata. Dia tidak mempunyai tujuan lain kecuali untuk mencapai keredaan Allah. Rabi’ah telah mempertalikan akalnya, pemikirannya dan perasaannya hanya kepada akhirat semata-mata. Dia sentiasa meletakkan kain kapannya di hadapannya dan sentiasa membelek-beleknya setiap hari.
Selama 30 tahun dia terus-menerus mengulangi kata-kata ini dalam sembahyangnya:
“Ya Tuhanku! Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu supaya tiada suatupun yang dapat memalingkan aku daripada-Mu.”
Antara syairnya yang masyhur berbunyi:
“Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun,
Tiada selain Dia di dalam hatiku mempunyai tempat manapun,
Kekasihku ghaib daripada penglihatanku dan peribadiku sekalipun,
Akan tetapi Dia tidak pernah ghaib di dalam hatiku walau sedetik pun.”
Rabi’ah telah membentuk satu cara yang luar biasa di dalam mencintai Allah. Dia menjadikan kecintaan pada Ilahi itu sebagai satu cara untuk membersihkan hati dan jiwa. Dia memulakan fahaman sufinya dengan menanamkan rasa takut kepada kemurkaan Allah seperti yang pernah diluahkannya:
“Wahai Tuhanku! Apakah Engkau akan membakar dengan api hati yang mencintai-Mu dan lisan yang menyebut-Mu dan hamba yang takut kepada-Mu?”
Kecintaan Rabi’ah kepada Allah berjaya melewati pengharapan untuk beroleh syurga Allah semata-mata.
“Jika aku menyembah-Mu kerana takut daripada api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu kerana tamak kepada syurga-Mu maka haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku menyembah-Mu kerana kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”
Begitulah keadaan kehidupan Rabi’ah yang ditakdirkan Allah untuk diuji dengan keimanan serta kecintaan kepada-Nya. Rabi’ah meninggal dunia pada 135 Hijrah iaitu ketika usianya menjangkau 80 tahun. Moga-moga Allah meredainya, amin!
Sekarang mari kita tinjau diri sendiri pula. Adakah kita menyedari satu hakikat yang disebut oleh Allah di dalam Surah Ali Imran, ayat 142 yang bermaksud:
“Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga padahal belum nyata bagi Allah orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang yang sabar.”
Bagaimana perasaan kita apabila insan yang kita kasihi menyinggung perasaan kita? Adakah kita terus berkecil hati dan meletakkan kesalahan kepada insan berkenaan? Tidak terlintaskah untuk merasakan di dalam hati seumpama ini:
“Ya Allah! Ampunilah aku. Sesungguhnya hanya Engkau yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hanya kasih-Mu yang abadi dan hanya hidup di sisi-Mu sahaja yang berkekalan. Selamatkanlah aku daripada tipu daya yang mengasyikkan.”
Sesungguhnya apa juga lintasan hati dan luahan rasa yang tercetus daripada kita bergantung kepada cara hati kita berhubung dengan Allah. Semakin kita kenali keluhuran cinta kepada Allah, maka bertambah erat pergantungan hati kita kepada Allah serta melahirkan keyakinan cinta dan kasih yang sentiasa subur.
Lanjutan itu jiwa kita tidak mudah berasa kecewa dengan gelagat sesama insan yang pelbagai ragam. Keadaan begini sebenarnya terlebih dahulu perlu dipupuk dengan melihat serta merenungi alam yang terbentang luas ini sebagai anugerah besar daripada Allah untuk maslahat kehidupan manusia. Kemudian cubalah hitung betapa banyaknya nikmat Allah kepada kita.
Dengan itu kita akan sedar bahawa kita sebenarnya hanya bergantung kepada Allah. Bermula dari sini kita akan mampu membina perasaan cinta terhadap Allah yang kemudian mesti diperkukuhkan dengan mencintai titah perintah Allah. Mudah-mudahan nanti kita juga akan menjadi perindu cinta Allah yang kekal abadi.
Tokoh Sufi, Rabiah Al-Adawiyah terlahir dari sebuah keluarga yang serba kekurangan, namun dia muncul menjadi sosok sufi wanita terkenal yang selalu dielu-elukan karomahnya oleh golongan pengikut ahli tasawuf ini.
Tokoh wanita yang satu ini lebih dikenal sebagai seorang pendiri “agama cinta” (mahabbah) dan ia pun dikenang sebagai “ibu para Sufi besar” (The Mother of the Grand Master). maka dibawah ini saya sarikan beberapa Syair Cinta Sufi Rabiah Al-Adawiyah Al-Bashriah, semoga dapat mempertebal rasa kecintaannya kepada Sang Maha Pecinta….
Syair 1
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam pun berlalau
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku, Engkau terima
Hingga aku berhak merengguk bahagis
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemaha kuasaanMu
inilah yang akan selalau ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusianMu,
Andai Kau usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu

Syair 2
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku
Syair 3
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku
Syair 4
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki
Syair 5
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu
Syair 6
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau
Syair 7
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu
Syair 8
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.”
Syair 9
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika akku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia


dari berbagai Sumber

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

GOSIP



·         Asal Mula Gosip
Gosip adalah suatu tindakan percakapan yang bisa berbentuk lisan atau tertulis, dimana seseorang menyampaikan suatu informasi, tetapi ia tidak menjadi bagian dari informasi tersebut, dan ia juga bukan menjadi solusinya. Percakapan itu bisa berbentuk sebagai suatu perbincangan sambil lalu saja, atau perbincangan dengan tujuan untuk mendiskreditkan nama orang(-orang) lain. Gosip sering mempunyai sepercik dasar kebenaran yang dipergunakan sebagai awal percakapan oleh paling sedikit dua orang, tetapi lebih sering perbincangan tersebut berasal dari daya khayal mereka sendiri. Jadi bergunjing, terkadang bisa mempunyai sebab-musabab, dan terkadang tidak.
Gosip adalah hasil produksi dari ketidak-mampuan seseorang untuk mengendalikan lidah/mulut, ketidak-mampuan untuk menguasai diri/emosi, kesombongan, rasa unggul diri (atau kebalikannya: rasa minder), ketidak-sopanan, kekurang-ajaran, ketidak-sabaran, kemarahan, kekasaran, keinginan untuk membalas dendam, dan yang paling utama: kecemburuan/iri hati!
Gossip adalah suatu informasi yang belum diteliti kebenarannya, dalam Islam gossip disebut dengan prasangka atau persangkaan. Islam mengajarkan kepada manusia untuk tidak berprasangka buruk tetapi harus selalu berprasangka baik kepada orang lain. Meskipun prasangka buruk itu benar terjadi pada diri seseorang maka prasangka tersebut disebut dengan aib. Aib ini kemudian harus selalu disembunyikan dan tidak disebarkan kepada public.

·         Gosip Di Lingkungan Kerja
        Gosip disini dimaksudkan sebagai pergunjingan tentang seseorang. Konotasinya bernuansa negatif. Misalnya membicarakan tentang aib seseorang seperti tentang keburukan hubungan sosial, kinerja buruk, kedisiplinan kerja, komitmen kerja dsb. Gosip bukan saja terjadi pada tataran horisontal namun juga vertikal. Mislnya gosip tentang perilaku pimpinan unit seperti otoriter, kurang memerhatikan kesejahteraan karyawan, banyak perintah dsb.
        Latar belakang terjadinya gosip begitu beragam. Bisa karena sakit hati, dendam, iri hati, kekesalan pada orang lain dsb. Tampaknya gosip ini seperti manusiawi. Namun karena namanya membicarakan orang lain dari sisi negatifnya maka gosip kalau dibiarkan akan mengganggu suasana kerja. Para karyawan merasa kurang nyaman. Begitu juga pimpinan unit kerja. Ketika gosip terjadi maka perhatian tiap karyawan tidak fokus pada pekerjaan. Selalu saja diliputi rasa khawatir digosipkan seseorang.
         Dalam keadaan demikian pimpinan unit katakanlah manajer harus segera bertindak. Dia harus mengidentifikasi siapa saja sebagai biang keladi gosip. Menyangkut hal apa sehingga terjadinya gosip. Dan mengapa itu bisa terjadi. Serta apa akibatnya pada suasana kerja. Kalau sudah teridentifikasi maka manajer hendaknya memanggil para karyawannya yang terlibat gosip. Disitu manajer melakukan wawancara dan sekaligus menilai siapa yang memulai gosip. Kemudian secara pendekatan personal dilakukan wawancara khusus dengan karyawan bersangkutan. Dalam kondisi seperti ini manajer hendaknya bertindak arif. Artinya yang dituju adalah penyelesaian masalah bukan memfokuskan pada pribadi seseorang. Kecuali kalau sang penggosip berperilaku semakin gawat misalnya sebagai menghasut dan melakukan tindakan kriminal.
         Pihak manajer perlu melakukan tidakan administratif terhadap karyawan yang perilakunya sudah mengarah pada keretakan hubungan antarkaryawan khususnya antara karyawan penggosip dengan yang digosipi. Ada beberapa yang perlu dilakukan yaitu mulai dari peringatan keras hingga pemecatan. Kalau perilakunya tetap saja tidak berubah maka apa boleh buat, manajer mengusulkan pada atasannya agar karyawan penggosip itu dipecat. Lebih baik memecat ketimbang mendiamkan bakteri penyakit gosip yang akan menjangkiti proses dan hasil pekerjaan. Dengan demikian suasana kerja bisa kembali nyaman dan kinerja karyawan kembali pulih bahkan membaik. Pada gilirannya kinerja organisasi pun juga meningkat.

·         Penyebab Orang Gampang Percaya Gosip
Pernahkah Anda melihat foto anjing yang sebesar kuda? Atau foto seekor rusa yang sedang berada di atas tiang listrik? Semua iitu adalah beberapa kejadian aneh. Tentu kita pernah mendengar cerita-cerita aneh atau melihat foto-foto aneh, dan tanpa kita sadari semua itu telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita, bahkan jika semua itu belum jelas benar atau bahkan benar-benar gosip. Setiap hari otak kita dibombardir dengan informasi, banyak yang tidak benar, tapi dengan perlahan tersimpan baik dalam ingatan kita.
Dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa semakin sering kita percaya bahwa sesuatu itu benar, maka semakin besar kemungkinannya sesuatu itu akan muncul kembali di masa depan kita, bahkan jika kita telah tahu bahwa sesuatu itu tidak benar. Menurut teori memori, otak menciptkan semacam "dinding" untuk melindungi ide-ide yang ada dalam pikiran kita dari gangguan informasi yang datang dari luar, termasuk gosip. Jadi, seseorang yang sangat yakin bahwa pemahamannya benar harus melawan setiap usaha yang ingin membuktikan bahwa pemahamannyanya itu salah.
Kelemahan otak terletak pada kecenderungannya untuk membenarkan informasi (gosip) yang datang berulang-ulang. Umumnya, orang yang mendengar  gosip yang sama berulang-ulang, secara tidak sadar berpeluang besar mempercayai gosip yang didengarnya.
Setiap orang berhak percaya atau tidak percaya terhadap informasi tertentu. Dari penelitian itu juga ditemukan bahwa orang yang terbuka terhadap koreksi atau kritik adalah orang yang termasuk dalam kategori tidak gampang langsung percaya pada informasi baru yang belum jelas kebenarannya. Hal ini disebabkan oleh pikiran mereka yang terbuka untuk mempertimbangkan terlebih dahulu apakah informasi baru itu sudah benar atau salah.
·         Penyebab Orang Membicarakan Anda
1. Anda Berprestasi
Dalam banyak kasus, orang akan berbicara di belakang Anda ketika Anda telah mencapai sesuatu yang mereka tidak bisa capai. Ini sebetulnya adalah kemajuan yang patut ditiru, dimana memicu pembicaraan di belakang Anda. Masyarakat yang cenderung tradisional seringkali bergosip tentang sekolah, perguruan tinggi atau tempat kerja dan profesi anda. Hal ini sangat mungkin menjadi alasan mengapa orang bergosip di belakang Anda. Bisa jadi orang-orang tersebut tidak bisa menyamai anda.
Mari kita ambil contoh anda bekerja sebagai penyanyi atau anak band. Penulis tidak akan berdebat tentang apakah anda adalah seorang penyanyi yang baik atau tidak. Tapi bukankah kita melihat pandangan miring masyarakat tentang seorang penyanyi? Seringkali tetangga kita mencemooh “Mau jadi apa kalau tiap hari ngeband?” atau “Lihat tuh si mimin, kerjanya pulang mpe pagi,, jangan-jangan ups…!”. Masih banyak lagi contoh status pekerjaan yang dicibir oleh masyarakat. Mereka hanya mau tahu kalau bekerja ya di kantor, TITIK!
2. Cemburu pada Hal-hal Baik dalam Hidup Anda
Mari kita mulai ini dengan contoh klasik. Mr X menjadi personalia dalam waktu kurang dari 6 bulan, Mr X akan dipromosikan dan menjadi manajer. Mr Y dan Miss Z telah bekerja di perusahaan sejak 2 tahun terakhir dan telah menantikan untuk dipromosikan ke pos yang sama. Tapi Mr X mendahului mereka, Mr Y dan Miss Z terus berbicara tentang Mr X di belakang punggungnya sepanjang hari.
Dipromosikan di tempat kerja hanya contoh. Kenyataan hidup yang berat adalah bahwa ketika orang menjadi cemburu pada sesuatu yang telah anda terima, mereka akan terus berbicara di belakang Anda.
3. Mereka tidak memiliki sesuatu yang lebih baik dari Anda
Fakta lain yakni orang-orang yang membicarakan Anda adalah orang-orang yang tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan untuk menjadi seperti anda. Tentunya kita semua ingin hidup menjadi lebih produktif dan lebih berarti, daripada bergosip dan mengeluh tentang orang lain. Hal ini menyebabkan satu fakta sederhana. Hidup mereka yang sengsara dan menyedihkan!

·         Beberapa Tips Mengatasi Gosip
1. Tidak Perlu Melakukan Apa-apa
Hal pertama yang harus lakukan adalah mengakui dan memahami tentang gosip tersebut, bahwa tidak ada yang dapat Anda lakukan. Anda mungkin dapat untuk meyakinkan (klarifikasi) kepada orang yang berbicara tentang Anda. Namun berapa banyak orang di lingkungan anda yang akan Anda coba meyakinkannya? Apakah Anda tahu bahwa bahkan orang seperti Steve Jobs (pendiri Apple) memiliki banyak kritikus dan bahkan pernah mengalami pemecatan. Poin yang penulis tekankan adalah bahwa apa pun yang Anda lakukan dan seberapa baik Anda dalam kehidupan, tetap akan ada orang yang berpikir BURUK tentang anda!
2. Pahamilah bahwa mereka sebenarnya TIDAK PEDULI dengan Anda
Orang-orang yang berbicara di belakang Anda jelas tidak penting dalam hidup Anda. Jika mereka benar-benar peduli, mereka akan berada di sisi Anda, mendukung dan memberikan kritik membangun, bukan sekedar ‘ngerumpi’ bukan? Kebahagiaan sejati terletak pada kemajuan dan kesejahteraan sebagai individu serta orang yang Anda cintai termasuk keluarga dan teman. So, apa yang orang lain katakan dan pikirkan tidak akan mempengaruhi kehidupan Anda. Sadarilah ini sebelum terlambat!
3. Tersenyumlah ketika Anda berjalan melewati Mereka
Pukulan terbesar bagi siapa saja bergosip di belakang Anda adalah ketika melihat Anda berjalan dengan dengan senyum percaya diri mengatakan, “Saya tahu Anda berbicara di belakang saya tapi saya tidak peduli”. Anda juga bisa menertawakan gosip tsb, dan mengatakan “Ah, bisa aja jeng..?!”, tunjukkan bahwa Anda tidak terpengaruh oleh pembicaraan mereka. Atau jangan katakan apa-apa selain tersenyum seolah-olah Anda adalah orang paling bahagia di dunia. Simple bukan?!
4. Jangan merasa menjadi Korban
Ketika seseorang berbicara ‘buruk’, terkadang menimbulkan rasa gelisah, takut dan rasa sungkan. Jika hal ini terjadi, maka anda telah menjadi “korban”. Yang harus anda lakukan adalah mainkan peran sebagai lakon atau pemenang. Rayakan dan bagi cerita kepada keluarga atau sahabat bahwa anda menjadi “selebritis”.
5. Membangun Hubungan Menyenangkan pada Lingkungan Anda
Masalah yang terkadang menyebabkan anda tidak disukai oleh orang-orang disekitar anda adalah anda cenderung individualis dan kurang komunikatif dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu sedikit demi sedikit bangunlah komunikasi yang menyenangkan dengan orang-orang di sekitar anda. Dengan menunjukkan sikap yang menyenangkan, ‘stereotip’ jelek tentang diri anda sedikit demi sedikit akan pupus, dan sontak mereka berkata “Oh si Anu baik koq, humoris… ternyata ngga seperti yang kita duga jeng….?!?!”.
6. Rencanakan Konfrontasi dengan Baik
Tidak selamanya konfrontasi dilakukan secara agresif, anda bisa melakukan pendekatan yang persuasif, karena konfrontasi agresif hanya cocok bagi orang yang sangat siap secara mental. Caranya; dekatilah orang-orang yang anggap ‘penting’ dan berpengaruh dalam sebuah kelompok orang yang sering membicarakan anda. Lakukan pembicaraan dan bangunlah komunikasi dua arah. Jika anda berhasil membangun simpatik dari orang tersebut, penulis yakin “pengikutnya” pasti akan luluh juga.

·         Analisis gosip
Bahwa gosip atau ghibah dan fitnah bisa bersumber dari:

  1. orang-orang yang punya banyak waktu luang 
  2. orang-orang yang suka menyombongkan diri 
  3. orang-orang yang merasa punya kekuasaan 
  4. orang-orang yang berusaha menutupi kejelekan/kelemahan mereka (sehingga orang lain perlu dijelekkan dulu)
Kita sering mendamba waktu luang di antara tumpukan kesibukan, namun waktu luang yang ada kadang menyebabkan lisan kita tak terjaga. Ada benarnya : setelah satu urusan selesai bersegeralah untuk menyelesaikan urusan yang lain sehingga kita tidak terjebak ke hal-hal yang kurang baik. Merasa "lebih" kadang memunculkan ketakutan tersaingi, namun sistem proteksi diri terhadap pesaing kadang ditempuh dengan cara yang tidak sportif, diantaranya menjelek-jelekan atau menghancurkan pesaing. Kelebihan materi kadang melenakan, memungkinkan membeli hp canggih, pulsa berlebih untuk sekedar bertelepon dan berSMS ria bergosip ria, menjelekkan orang yang dirasa mengancam eksistensinya. Lidah memang tak bertulang, tak berbatas berkata-kata. Namun perlu disadari.. secara anatomis, lidah dilindungi oleh rahang dengan gusi dan gigi yang kuat yang  secara filosofis struktur itu mungkin untuk menjaga fungsi lidah agar terjaga lisan kita

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments