GOSIP
·
Asal Mula Gosip
Gosip adalah suatu tindakan percakapan yang bisa berbentuk lisan
atau tertulis, dimana seseorang menyampaikan suatu informasi, tetapi ia tidak
menjadi bagian dari informasi tersebut, dan ia juga bukan menjadi solusinya.
Percakapan itu bisa berbentuk sebagai suatu perbincangan sambil lalu saja, atau
perbincangan dengan tujuan untuk mendiskreditkan nama orang(-orang) lain. Gosip
sering mempunyai sepercik dasar kebenaran yang dipergunakan sebagai awal
percakapan oleh paling sedikit dua orang, tetapi lebih sering perbincangan
tersebut berasal dari daya khayal mereka sendiri. Jadi bergunjing, terkadang
bisa mempunyai sebab-musabab, dan terkadang tidak.
Gosip adalah hasil produksi dari ketidak-mampuan seseorang untuk
mengendalikan lidah/mulut, ketidak-mampuan untuk menguasai diri/emosi,
kesombongan, rasa unggul diri (atau kebalikannya: rasa minder),
ketidak-sopanan, kekurang-ajaran, ketidak-sabaran, kemarahan, kekasaran,
keinginan untuk membalas dendam, dan yang paling utama: kecemburuan/iri hati!
Gossip adalah suatu informasi yang belum diteliti kebenarannya,
dalam Islam gossip disebut dengan prasangka atau persangkaan. Islam mengajarkan
kepada manusia untuk tidak berprasangka buruk tetapi harus selalu berprasangka
baik kepada orang lain. Meskipun prasangka buruk itu benar terjadi pada diri
seseorang maka prasangka tersebut disebut dengan aib. Aib ini kemudian harus
selalu disembunyikan dan tidak disebarkan kepada public.
·
Gosip Di
Lingkungan Kerja
Gosip disini dimaksudkan sebagai pergunjingan tentang seseorang. Konotasinya
bernuansa negatif. Misalnya membicarakan tentang aib seseorang seperti tentang
keburukan hubungan sosial, kinerja buruk, kedisiplinan kerja, komitmen kerja
dsb. Gosip bukan saja terjadi pada tataran horisontal namun juga vertikal.
Mislnya gosip tentang perilaku pimpinan unit seperti otoriter, kurang
memerhatikan kesejahteraan karyawan, banyak perintah dsb.
Latar belakang terjadinya gosip begitu beragam. Bisa karena sakit hati, dendam,
iri hati, kekesalan pada orang lain dsb. Tampaknya gosip ini seperti manusiawi.
Namun karena namanya membicarakan orang lain dari sisi negatifnya maka gosip
kalau dibiarkan akan mengganggu suasana kerja. Para karyawan merasa kurang
nyaman. Begitu juga pimpinan unit kerja. Ketika gosip terjadi maka perhatian
tiap karyawan tidak fokus pada pekerjaan. Selalu saja diliputi rasa khawatir
digosipkan seseorang.
Dalam keadaan demikian pimpinan unit katakanlah manajer harus segera bertindak.
Dia harus mengidentifikasi siapa saja sebagai biang keladi gosip. Menyangkut
hal apa sehingga terjadinya gosip. Dan mengapa itu bisa terjadi. Serta apa
akibatnya pada suasana kerja. Kalau sudah teridentifikasi maka manajer
hendaknya memanggil para karyawannya yang terlibat gosip. Disitu manajer
melakukan wawancara dan sekaligus menilai siapa yang memulai gosip. Kemudian
secara pendekatan personal dilakukan wawancara khusus dengan karyawan
bersangkutan. Dalam kondisi seperti ini manajer hendaknya bertindak arif.
Artinya yang dituju adalah penyelesaian masalah bukan memfokuskan pada pribadi
seseorang. Kecuali kalau sang penggosip berperilaku semakin gawat misalnya
sebagai menghasut dan melakukan tindakan kriminal.
Pihak manajer perlu melakukan tidakan administratif terhadap karyawan yang
perilakunya sudah mengarah pada keretakan hubungan antarkaryawan khususnya
antara karyawan penggosip dengan yang digosipi. Ada beberapa yang perlu
dilakukan yaitu mulai dari peringatan keras hingga pemecatan. Kalau perilakunya
tetap saja tidak berubah maka apa boleh buat, manajer mengusulkan pada
atasannya agar karyawan penggosip itu dipecat. Lebih baik memecat ketimbang
mendiamkan bakteri penyakit gosip yang akan menjangkiti proses dan hasil
pekerjaan. Dengan demikian suasana kerja bisa kembali nyaman dan kinerja
karyawan kembali pulih bahkan membaik. Pada gilirannya kinerja organisasi pun
juga meningkat.
·
Penyebab Orang Gampang Percaya Gosip
Pernahkah Anda melihat foto anjing yang sebesar kuda? Atau foto
seekor rusa yang sedang berada di atas tiang listrik? Semua iitu adalah
beberapa kejadian aneh. Tentu kita pernah mendengar cerita-cerita aneh atau
melihat foto-foto aneh, dan tanpa kita sadari semua itu telah menjadi bagian
dari kehidupan sehari-hari kita, bahkan jika semua itu belum jelas benar atau
bahkan benar-benar gosip. Setiap hari otak kita dibombardir dengan informasi,
banyak yang tidak benar, tapi dengan perlahan tersimpan baik dalam ingatan
kita.
Dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa semakin sering kita
percaya bahwa sesuatu itu benar, maka semakin besar kemungkinannya sesuatu itu
akan muncul kembali di masa depan kita, bahkan jika kita telah tahu bahwa
sesuatu itu tidak benar. Menurut teori memori, otak menciptkan semacam
"dinding" untuk melindungi ide-ide yang ada dalam pikiran kita dari
gangguan informasi yang datang dari luar, termasuk gosip. Jadi, seseorang yang
sangat yakin bahwa pemahamannya benar harus melawan setiap usaha yang ingin
membuktikan bahwa pemahamannyanya itu salah.
Kelemahan otak terletak pada kecenderungannya untuk membenarkan
informasi (gosip) yang datang berulang-ulang. Umumnya, orang yang
mendengar gosip yang sama
berulang-ulang, secara tidak sadar berpeluang besar mempercayai gosip yang
didengarnya.
Setiap orang berhak percaya atau tidak percaya terhadap informasi
tertentu. Dari penelitian itu juga ditemukan bahwa orang yang terbuka terhadap
koreksi atau kritik adalah orang yang termasuk dalam kategori tidak gampang
langsung percaya pada informasi baru yang belum jelas kebenarannya. Hal ini
disebabkan oleh pikiran mereka yang terbuka untuk mempertimbangkan terlebih
dahulu apakah informasi baru itu sudah benar atau salah.
·
Penyebab Orang Membicarakan Anda
1. Anda Berprestasi
Dalam banyak kasus, orang akan berbicara di belakang
Anda ketika Anda telah mencapai sesuatu yang mereka tidak bisa capai. Ini
sebetulnya adalah kemajuan yang patut ditiru, dimana memicu pembicaraan di
belakang Anda. Masyarakat yang cenderung tradisional seringkali bergosip
tentang sekolah, perguruan tinggi atau tempat kerja dan profesi anda. Hal ini sangat
mungkin menjadi alasan mengapa orang bergosip di belakang Anda. Bisa jadi
orang-orang tersebut tidak bisa menyamai anda.
Mari kita ambil contoh anda bekerja sebagai penyanyi
atau anak band. Penulis tidak akan berdebat tentang apakah anda adalah seorang
penyanyi yang baik atau tidak. Tapi bukankah kita melihat pandangan miring
masyarakat tentang seorang penyanyi? Seringkali tetangga kita mencemooh “Mau
jadi apa kalau tiap hari ngeband?” atau “Lihat tuh si mimin, kerjanya pulang
mpe pagi,, jangan-jangan ups…!”. Masih banyak lagi contoh status pekerjaan yang
dicibir oleh masyarakat. Mereka hanya mau tahu kalau bekerja ya di kantor,
TITIK!
2. Cemburu pada Hal-hal Baik dalam Hidup Anda
Mari kita mulai ini dengan contoh klasik. Mr X menjadi
personalia dalam waktu kurang dari 6 bulan, Mr X akan dipromosikan dan menjadi
manajer. Mr Y dan Miss Z telah bekerja di perusahaan sejak 2 tahun terakhir dan
telah menantikan untuk dipromosikan ke pos yang sama. Tapi Mr X mendahului
mereka, Mr Y dan Miss Z terus berbicara tentang Mr X di belakang punggungnya
sepanjang hari.
Dipromosikan di tempat kerja hanya contoh. Kenyataan
hidup yang berat adalah bahwa ketika orang menjadi cemburu pada sesuatu yang
telah anda terima, mereka akan terus berbicara di belakang Anda.
3. Mereka tidak memiliki sesuatu yang lebih baik dari
Anda
Fakta lain yakni orang-orang yang membicarakan Anda
adalah orang-orang yang tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan untuk menjadi
seperti anda. Tentunya kita semua ingin hidup menjadi lebih produktif dan lebih
berarti, daripada bergosip dan mengeluh tentang orang lain. Hal ini menyebabkan
satu fakta sederhana. Hidup mereka yang sengsara dan menyedihkan!
·
Beberapa Tips Mengatasi Gosip
1. Tidak Perlu Melakukan Apa-apa
Hal pertama yang harus lakukan adalah mengakui dan
memahami tentang gosip tersebut, bahwa tidak ada yang dapat Anda lakukan. Anda
mungkin dapat untuk meyakinkan (klarifikasi) kepada orang yang berbicara
tentang Anda. Namun berapa banyak orang di lingkungan anda yang akan Anda coba
meyakinkannya? Apakah Anda tahu bahwa bahkan orang seperti Steve Jobs (pendiri
Apple) memiliki banyak kritikus dan bahkan pernah mengalami pemecatan. Poin
yang penulis tekankan adalah bahwa apa pun yang Anda lakukan dan seberapa baik
Anda dalam kehidupan, tetap akan ada orang yang berpikir BURUK tentang anda!
2. Pahamilah bahwa mereka sebenarnya TIDAK PEDULI
dengan Anda
Orang-orang yang berbicara di belakang Anda jelas
tidak penting dalam hidup Anda. Jika mereka benar-benar peduli, mereka akan
berada di sisi Anda, mendukung dan memberikan kritik membangun, bukan sekedar
‘ngerumpi’ bukan? Kebahagiaan sejati terletak pada kemajuan dan kesejahteraan
sebagai individu serta orang yang Anda cintai termasuk keluarga dan teman. So,
apa yang orang lain katakan dan pikirkan tidak akan mempengaruhi kehidupan
Anda. Sadarilah ini sebelum terlambat!
3. Tersenyumlah ketika Anda berjalan melewati Mereka
Pukulan terbesar bagi siapa saja bergosip di belakang
Anda adalah ketika melihat Anda berjalan dengan dengan senyum percaya diri
mengatakan, “Saya tahu Anda berbicara di belakang saya tapi saya tidak peduli”.
Anda juga bisa menertawakan gosip tsb, dan mengatakan “Ah, bisa aja jeng..?!”,
tunjukkan bahwa Anda tidak terpengaruh oleh pembicaraan mereka. Atau jangan
katakan apa-apa selain tersenyum seolah-olah Anda adalah orang paling bahagia
di dunia. Simple bukan?!
4. Jangan merasa menjadi Korban
Ketika
seseorang berbicara ‘buruk’, terkadang menimbulkan rasa gelisah, takut dan rasa
sungkan. Jika hal ini terjadi, maka anda telah menjadi “korban”. Yang harus
anda lakukan adalah mainkan peran sebagai lakon atau pemenang. Rayakan dan bagi
cerita kepada keluarga atau sahabat bahwa anda menjadi “selebritis”.
5. Membangun Hubungan Menyenangkan pada Lingkungan
Anda
Masalah yang terkadang menyebabkan anda tidak disukai
oleh orang-orang disekitar anda adalah anda cenderung individualis dan kurang
komunikatif dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu sedikit demi sedikit
bangunlah komunikasi yang menyenangkan dengan orang-orang di sekitar anda.
Dengan menunjukkan sikap yang menyenangkan, ‘stereotip’ jelek tentang diri anda
sedikit demi sedikit akan pupus, dan sontak mereka berkata “Oh si Anu baik koq,
humoris… ternyata ngga seperti yang kita duga jeng….?!?!”.
6. Rencanakan Konfrontasi dengan Baik
Tidak selamanya konfrontasi dilakukan secara agresif,
anda bisa melakukan pendekatan yang persuasif, karena konfrontasi agresif hanya
cocok bagi orang yang sangat siap secara mental. Caranya; dekatilah orang-orang
yang anggap ‘penting’ dan berpengaruh dalam sebuah kelompok orang yang sering
membicarakan anda. Lakukan pembicaraan dan bangunlah komunikasi dua arah. Jika
anda berhasil membangun simpatik dari orang tersebut, penulis yakin “pengikutnya”
pasti akan luluh juga.
·
Analisis gosip
Bahwa gosip atau ghibah dan fitnah bisa bersumber dari:
- orang-orang
yang punya banyak waktu luang
- orang-orang
yang suka menyombongkan diri
- orang-orang
yang merasa punya kekuasaan
- orang-orang
yang berusaha menutupi kejelekan/kelemahan mereka (sehingga orang lain
perlu dijelekkan dulu)






0 komentar:
Posting Komentar